Penataan tata pamong dilakukan secara sistemik, hati-hati, cermat,  transparan, dan akuntabel sehingga berjalan lancar dan kondusif dengan melibatkan semua unit yang ada di Universitas. Tata pamong program studi harus mencerminkan pelaksanaan good university governance.  Pemilihan rektor, dekan, direktur SPs, dan kaprodi di lingkungan SPs, diawali dengan pembentukan panitia, yang di-SK-an oleh Rektor, sosialisasi ke sivitas akademika dan masyarakat melalui media massa, internet, pemasangan spanduk dan surat edaran ke tiap jurusan. Pengumpulan persyaratan (makalah, keterangan sehat, foto, dan mengisi form yang disediakan), pemaparan makalah di depan panitia dan tanya jawab program, serta penilaian. Untuk selanjutnya hasil penilaian diajukan ke Rektor untuk kemudian diputuskan melalui SK dan diakhiri dengan pelantikan.

Sistem kepemimpinan di lingkungan UPI pada umumnya dan SPs pada khususnya dilaksanakan secara adil, tanggungjawab, kredibel, transparan dan akuntabel. Hal ini dapat dilihat dari pemilihan pimpinan (termasuk Kaprodi Seni), gaya kepemimpinan, penyusunan program kerja, pengalokasian dana dan mekanisme pengambilan keputusan, selalu dilakukan melalui rapat koordinasi antara pimpinan SPs, Program Studi, dosen dan staf administrasi. Rapat di lingkungan SPs minimal dilaksanakan satu bulan sekali dan dapat diselenggarakan sesuai dengan kepentingan tertentu, misalnya evaluasi marketing, penerimaan mahasiswa baru, penyusunan RKAT, penulisan buku teks, pengembangan kurikulum, beban dosen mengajar, distribusi perkuliahan, batas studi mahasiswa dan sebagainya. Setiap rapat tercatat dalam berita acara, dan berita acara itu selalu dibacakan dan dievaluasi pada rapat berikutnya sebelum disahkan.