a. Kekuatan

  1. Tata pamong di prodi sudah akomodatif  berbagai kepentingan civitas prodi. Setiap   persoalan   yang   menyangkut kepentingan prodi yang diputuskan dalam rapat kerja (raker) Program Studi yang diselenggarakan secara rutin.
  2. Tata pamong sudah kredibel, karena melalui proses pemilihan yang transparan, demokratis dan professional dengan persyaratan akademik minimal doktor.
  3. Tata pamong sudah akuntabel, bertanggung jawab dan adil, seperti dalam penyusunan program merujuk kepada kebutuhan prodi dan distribusi dalam penugasan kegiatan akademik dengan mempertimbangkan aspek pemerataan, dan semua kegiatan wajib membuat laporan (berbasis dokumen)
  4. Kepemimpinan  telah melaksanakan fungsi kepemimpinan operasional, seperti dalam merumuskan, mensosialisasikan visi dan misi prodi. Kepemimpinan organisasi, mengikuti garis kebijakan universitas dan sekolah pascasarjana. Kepemimpinan publik dikembangkan , dengan melibatkan berbagai stake holders seperti Sekolah Kejuruan Seni, Komunitas Seni, Sanggar, Galeri, Museum, lembaga pendidikan seni, prodi sejenis, industri dalam  penyelenggaraan prodi.
  5. Sistem pengelolaan telah merujuk pada sistem pengelolaan pada tingkat universitas dan sekolah pascasarjana secara konsisten.
  6. Status Program Pendidikan Seni yang berada di bawah naungan SPs UPI
  7. Penjaminan mutu sudah memiliki sistem yang baku dan sudah berjalan, baik pada tingkat universitas, sekolah pascasarjana dan prodi. Evaluasi melalui penjaminan mutau dilaksanakan secara rutin (annual) untuk menjaga kualitas layanan pendidikan.
  8. Pimpinan SPs aktif terbuka, kolegial dan transparan, bersedia menerima saran-saran konstruktif. Hal yang serupa berimbas juga kepada pimpinan Program Studi. Program Studi dikembangkan secara maksimal.
  9. Hubungan intra dan inter Program Studi dalam lingkungan SPs, juga dengan unit-unit lain di Universitas jelas, nyaman dan kondusif serta produktif. Program Studi berada di bawah koordinasi langsung SPs. Rincian tugas dari Ketua Program Studi jelas sehingga tidak terjadi tumpang tindih, masing-masing dalam hubungan simbiosis-kolegial.