Dilihat dari prestasi akademik mahasiswa, lulusan Pendidikan Seni UPI termasuk sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari IPK rata-rata lulusan mulai dari tahun 2011 sampai dengan 2015 mencapai di atas 3,5 dengan rata-rata IPK 3,67, sebagian diantaranya termasuk cumlaude. Rata-rata IPK mahasiswa adalah 3,64. Pada tahun 2007 terdapat perubahan kriteria cumlade yaitu IPK harus di atas 3,60, masa studi tidak lebih dari 2,5 tahun dan harus pernah menulis artikel di jurnal ilmiah atau menjadi nara sumber di seminar nasional/ internasional. Untuk pencapaian prestasi ektrakurikuler, terutama diraih dalam bidang kesenian.

Secara umum tingkat keberlanjutan mahasiswa sangat bagus. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya tingkat drop out, banyaknya peminat, dan jumlah mahasiswa yang meningkat. Lulusan Pendidikan Seni UPI diharapkan menampilkan diri sebagai pribadi yang memiliki integritas tinggi, profesional, terbuka dan tanggap terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan masyarakat.

Berdasarkan penilaian lulusan integritas (etika dan moral), propesionalisme, keluasan wawasan, kerjasma, kepemimpinan termasuk sangat baik, komunikasi dan pengembangan diri serta kepeimpinan termasuk baik sedangkan penguasaan bahasa asing tergolong cukup. Peran alumni terutama untuk mengembangkan jejaring, kerjasama, masukan terhadap proses pembelajaran. Dampak positif dari pengembangan jejaring ditunjukkan oleh berkembangnya kerjasama, baik jumlah pihak yang terlibat maupun nilai kerjasama. Masukan untuk proses pembelajaran berupa kinerja yang dibutuhkan di lapangan menjadi masukan penting untuk perbaikan kurikulum dan proses pembelajaran misalnya perbaikan metode, media dan studi lapangan.

IKA UPI berdiri sejak tahun 1959 dan IKA Prodi Seni berdiri tahun 2012 mempunyai kepedulian dan responsif terhadap berbagai masalah, isu dan agenda pendidikan nasional termasuk UPI secara kelembagaan yang mempunyai platform kependidikan. Peran alumni sebagai wahana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.