BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Program Pendidikan Seni Sekolah Pasca Sarjana (SPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kini telah berusia 11 tahun. Didirikan  berdasarkan surat keputusan Rektor UPI,  dengan nomor 3047/J33/PP.03.02/2005, tertanggal 8 Juni 2005.

Penyelenggaraan program studi Pendidikan Seni didasarkan langsung kepada panduan Rencana Strategis (Renstra) Universitas. Sebelumnya Prodi Pendidikan Seni belum pernah memiliki Renstra yang diturunkan dari Renstra universitas. Pada akhir tahun  2015 ini Renstra Prodi disusun yang didasarkan kepentingan perencanaan yang strategis tujuan dalam jangka panjang yang menjawab tantangan dan perkembangan dunia pendidikan khususnya pendidikan seni. Prodi pendidikan seni melahirkan Magister dan Doktor dalam bidang ilmu pendidikan, pendidikan disiplin ilmu, dan ilmu lainnya yang menguasai konsep dan memiliki wawasan yang luas dalam bidangnya serta memiliki kepribadian dan mampu bersaing pada tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Renstra UPI tahun 2016-2026, berakhirnya Renstra UPI tahun 2010-2015, telah mendorong penerjemahan kembali visi pelopor dan unggul (leading and outstanding University) yang telah ditetapkan menjadi rencana pengembangan UPI 2016-2020 dalam bentuk Rencana Strategis UPI 2016-2020.  Di samping mengacu kepada peraturan dasar yang dimiliki, Renstra UPI 2016-2020 disusun dengan memperhatikan capaian kinerja Renstra UPI 2011-2015 sebagai baseline dan tantangan pengembangan pendidikan tinggi baik secara nasional maupun secara global. Secara spesifik, pemenuhan kriteria kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi sebagai PTN bh menjadi rujukan utama dalam pengembangan kebijakan dan program Renstra 2016-2020.

Secara umum, capaian kinerja di bidang tridharma perguruan tinggi sepanjang kurun waktu 2011-2015 menunjukkan bahwa standar kualitas penyelenggaraan pendidikan, terutama pemenuhan akreditasi internasional, masih belum memenuhi target optimal. Selain itu, produktivitas luaran penelitian berupa artikel pada jurnal internasional terujuk dan terindeks masih belum mampu menempatkan UPI pada peringkat yang baik berdasarkan publikasi ilmiah. Dalam bidang manajemen, modernisasi pengelolaan aset dan fasilitas serta penerapan sistem informasi manajemen sumber daya manusia masih menjadi bidang yang perlu perbaikan dan perhatian serius. Di sisi lain, opini pengelolaan keuangan yang telah meraih predikat Wajar tanpa Pengecualian (WtP) masih perlu dilanjutkan dengan upaya penggalian sumber pendanaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan sumbangan pendidikan yang berasal dari  mahasiswa. Selanjutnya, dalam hal kemahasiswaan, prestasi mahasiswa dalam bidang akademik masih perlu mendapat perhatian. Prestasi mahasiswa dalam berbagai kompetisi, khususnya di bidang nalar, baik di tingkat nasional maupun internasional, masih belum memuaskan.